STRUKTUR ORGANISASI KERJA
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Suatu perusahaan
tidak terlepas dari suatu kegiatan pengorganisasian dalam melaksanakan proyek.
Proses pengorganisasian, sebagai suatu cara dimana kegiatan organisasi
dialokasikan dan ditugaskan di antara para anggotanya agar tujuan organisasi
dapat tercapai dengan efisien. Pengorganisasian (organizing) merupakan proses
penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi,
menggerakkan sumber daya yang dimilikinya, serta lingkungan yang melingkupinya.
Dua aspek utama proses penyusunan struktur organisasi adalah:
a) Departementalisasi Departementalisasi
merupakan pengelompokan kegiatan-kegiatan kerja suatu organisasi agar
kegiatan-kegiatan yang sejenis dan saling berhubungan dapat dikerjakan bersama.
Hal ini akan tercermin pada struktur formal suatu organisasi, dan tampak atau
ditunjukkan oleh suatu bagan organisasi.
b) Pembagian
kerja Pembagian
kerja merupakan
pemerincian tugas pekerjaan agar setiap individu dalam organisasi bertanggung
jawab untuk dan melaksanakan sekumpulan kegiatan yang terbatas.
B. RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang diatas dapat
dirumuskan rumusan masalah antara lain: Bagaimana peran struktur organisasi
kerja dalam suatu perusahaan produksi
C. TUJUAN MAKALAH
Berdasarkan Rumusan Masalah diatas,
tujuan makalah ini yaitu membuka pikiran Masyrakat secara luas mengenai
struktur organisasi kerja dalam mengkordinir situasi dilapangan kerja.
BAB II PEMBAHASAN
A. STRUKTUR ORGANISASI
Dalam membentuk
suatu organisasi, perlu diketahui terlebih dahulu gambaran awal dari suatu
organisasi tersebut. Mempelajari struktur organisasi dapat mengetahui
kemungkinan kegiatan-kegiatan apa yang ada dalam suatu organisasi, karena
didalam suatu organisasi tergambar bagian-bagian (departemen) yang ada, nama
dan posisi setiap personil, dimana garis penghubung didalamnya juga menunjukan
siapa atau bagian apa akan bertanggung jawab terhadap apa dan
kepada siapa
(Gammahendra, F, dkk, 2014) dalam (Susilowati, 2016)
(Suwinardi, 2014) mengemukakan,
Struktur organisasi dapat didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal
dengan mana organisasi dikelola. Struktur organisasi menunjukkan kerangka dan
susunan perwujudan pola tetap hubungan- hubungan di antara fungsi-fungsi,
bagian- bagian atau posisi-posisi, maupun orang yang menunjukkan kedudukan,
tugas wewenang dan tanggung jawab yang berbeda beda dalam suatu organisasi.
Struktur ini mengandung unsur-unsur spesialisasi kerja, standarisasi,
koordinasi, sentralisasi atau desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan
besaran (ukuran) satuan kerja.
Lalu
(Muhammad & Santoso, n.d.) berpendapat,
Organizing atau Struktur Organisasi dan
Tata Kerja (SOTK)
berfungsi untuk memfasilitasi dan mendukung pencapaian misi lembaga. Struktur
organisasi dan tata kerja dibuat agar tidak terjadi tumpang tindih di dalam
pencapaian tujuan sebuah organisasi. Sistem organisasi dan ketenagakerjaan juga
diatur dalam Undang-Undang.
Kemudian
(Siagian, 2011) berpendapat, Pengorganisasian
(organizing) merupakan proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan
tujuan organisasi, sumber daya-sumber daya yang dimiliki, dan lingkungan yang
melingkupinya. Struktur organisasi merupakan suatu mekanisme formal yang dapat
menunjukkan kerangka dan wujud suatu organisasi dan pola hubungan antara fungsi
atau antar bagian yang satu dengan bagian yang lain. Struktur organisasi
ditunjukkan dalam bentuk bagan yang sifatnya statis yang terdiri dari
kotak-kotak aktivitas atau kotak jabatan dan garis tata hubungan. Pembahasan
mengenai struktur organisasi yang sifatnya statis yang merupakan suatu
wadah berarti:
1.
Bahwa struktur organisasi dipandang merupakan penggambaran jaringan hubungan
kerja yang sifatnya formal, yang dapat dilihat pada “kotak” kedudukan dan
jabatan dari setiap individu.
2.
Struktur organisasi dipandang merupakan rangkaian hierarkhi kedudukan dan
jabatan yang dapat menjelaskan garis wewenang, tanggung jawab, dan
pertanggungjawaban.
3. Struktur
organisasi sebagai alat pencapaian tujuan yang telah ditetapkan melalui
penggambaran garis komunikasi, garis koordinasi dalam usaha peningkatan
efisiensi, efektivitas dan produktivitas.
B. MANFAAT MENGATUR ORGANISASI
Struktur
organisasi pada hakikatnya adalah suatu cara untuk menata unsur-unsur dalam
organisasi dengan sebaik-baiknya, demi mencapai berbagai tujuan yang telah
ditetapkan (Kusdi dalam Gammahendra, F, dkk., 2014) dalam (Susilowati, 2016)
Lalu
(Suwinardi, 2014)berpendapat,
Pengorganisasian (organizing) merupakan proses penyusunan struktur organisasi
yang sesuai dengan tujuan organisasi, menggerakkan sumber daya yang
dimilikinya, serta lingkungan yang melingkupinya.
Dalam
sebuah organisasi, SOTK merupakan hal yang sangat penting. Hal ini bertujuan
agar kegiatan organisasi dapat berjalan secara terstruktur (Muhammad & Santoso, n.d.)
Kemudian
(Siagian, 2011) mengemukakan,
Melalui penggambaran struktur organisasi, dapat ditunjukkan bahwa pencapaian
sasaran perusahaan
adalah dengan menentukan pekerjaan yang berbeda-beda mulai dari level yang
rendah sampai level yang paling tinggi. Baik pekerjaaan fisik (operasional)
yang dilakukan oleh tenaga kerja pada level yang paling rendah sampai kepada
pekerjaan pikiran dalam pengambilan keputusan yang berada pada level manajer
C. PEMBAGIAN KERJA
Setiap manusia
mempunyai keterbatasan, keterbatasan fisik, pengetahuan, sikap, waktu,
dan lain-lain yang mengakibatkan
terjadi batasan-batasan dalam menjalankan kegiatannya. Sebagai seorang
pemimipin organisasi yang menyadari akan keterbatasan ini akan mencari dan
berusaha mendapatkan bantuan dari orang lain. Keterbatasan ini akan memaksa
seorang pimpinan organisasi melakukan pelimpahan wewenang kepada orang lain
yang dianggap memiliki kapasitas atau dianggap layak dalam suatu
pekerjaaan-pekerjaan tertentu. Pembagian Kerja dapat memecahkan masalah ketidak
mampuan seorang manajer dalam menangani pekerjaan yang kompleks. Dalam
melakukan pembagian kerja ada beberapa hal yang harus dperhatikan :
1. Sifat pekerjaan.
2. Tingkat efisiensi
3. Personalia yang tersedia
Keterlibatan
orang lain dalam pekerjaan suatu organisasi, harus disertai dengan
manajemen yang baik
dalam suatu organisasi. Dalam unsur-unsur organisasi, dapat dirumuskan dengan
sebagai “pembagian kerja” dimana pelaksanaan aktivitasnya harus disertai dengan
tindakan “koordinasi” yang diarahkan pada pencapaian “sasaran”. Suatu kelompok
kerja atau tim adalah sebuah kumpulan tenaga kerja (manajerial atau non
manajerial) yang bersama-sama menggunakan norma-norma tertentu dan berusaha
keras untuk memuaskan kebutuhan mereka melalui pencapaian sasaran kelompok.
Suatu perusahaan sering menggunakan landasan pembagian kerja berdasarkan
kegiatan misalnya: Bagian penjualan, yang dapat dikelompokkan lagi berdasarkan
daerah dan produksi. Dan mungkin dapat dipecah lagi berdasarkan dari jenis
produksinya. Pembagian kerja dalam perusahaan didasarkan atas fungsi-fungsi perusahaan
yang melaksanakan kegiatan dalam perusahaan. Integrasi dari setiap fungsi untuk
mencapai sasaran perusahaan harus dimulai dari hirarkhi yang paling rendah
sampai pada hirarkhi yang paling tinggi. Setiap bagian fungsi akan mempersempit
lagi kegiatannya pada bagiannya masing-masing. Sehingga karyawan akan mempunyai
suatu keahlian khusus. Pengelompokan atau pembagian kerja berdasarkan fungsi
akan memudahkan personalia mencapai tingkat prestasi yang tinggi dengan adanya
spesialisasi kerja dan menawarkan manfaat penghematan (dalam ukuran proses,
peralatan). Adapun dasar pengelompokan kerja haruslah memenuhi syarat-syarat
berikut:
1. Setiap kelompok
kerja haruslah dapat dimanajemeni dengan baik, dengan memperhitungkan tingkat
kemampuan manajer yang terbatas.
2. Pengelompokan kerja
haruslah semakin menyederhanakan bukan semakin merumitkan pekerjaan.
3. Pengelompokan kerja
sedapat mungkin tidak bertentangan dengan dengan usaha pencapaian prestasi
kerja yang diinginkan
4. Pengelompokan kerja
pada hakekatnya harus berlanjut ke arah pencapaian tujuan perusahaan.
Pengelompokan berdasarkan fungsi akan menjadi efektif apabila digambarkan dalam
suatu pola organisasi
(struktur organisasi) (Siagian, 2011)
D. STRUKTUR ORGANISASI KERJA
Pembagian Tugas dan Fungsi. Finance
& Administration: Adalah Bagian yang mengontrol bagian keuangan,pembuatan
laporan dan anggaran. Bagian Finace & Administration bertugas antara lain :
a) Purchasing / Pembelian : bertugas untuk
membeli barang sesuai permintaan dari bagian PPIC dengan mempertimbangkan
beberapa kriteria :
-
Harga Murah
-
Kualitas Bagus
-
Delivery Time cepat
-
Continuibilitas
-
Membuat catatan pengeluaran sehari-hari
-
Memferifikasi surat-surat tagihan
-
Melakukan dan membuat catatan pembayaran
-
Penagihan dan pencatatan uang masuk
-
Membuat perencanaan keuangan
-
Pembayaran Pajak
-
Perencanaan anggaran Tahunan
-
Mencatat semua hasil kegiatan produksi
-
Membuat laporan hasil barang jadi dan
pengiriman
-
Membuat dokumen Surat Jalan untuk
Pengiriman barang
-
Mencatat absensi karyawan dan menghitung
gaji karyawan.
d) Marketing:
Adalah bagian yang mengatur tentang pemasaran produk yang akan di pasarkan perusahaan ini. Marketing merupakan salah satu fungsi utama di antara
fungsi-fungsi penting lainnya yang ada dalam suatu perusahaan yang mempunyai
tugas antara lain :
-
Tugas utama adalah melakukan penjualan
Karton Box
-
Dapat meyakinkan pelanggan atas manfaat
dan keunggulan produk yang ditawarkan
-
Dapat meyakinkan calon pelanggan yang
ragu-ragu dalam mengambil keputusan.
-
Mengelola dan menyelesaikan keluhan
Pelanggan.
-
Melakukan penagihan pembayaran barang
yang sudah dikirim.
-
Mencatat dan mendokumentasikan order
yang masuk (internal sales)
-
Maintain master data per Customer
(internal sales)
-
Bekerjasama dengan bagian PPIC untuk
memastikan pengiriman barang.
e) Production Planning & Inventory Control: Adalah Bagian yang
bertugas untuk mengontrol bagian bahan baku untuk produksi di dalam gudang persediaan.
Tugas – tugas PPIC adalah sebagai berikut :
-
Menerima order dari Marketing dan
membuat rencana produksi sesuai order yang diterima.
-
Membuat rencana pengadaan bahan
berdasarkan forecast dari marketing dengan memperhatikan kondisi stock dengan
menghitung kebutuhan material produksi menurut standard stock yang ideal.
-
Memonitor semua inventory baik untuk
proses produksi, stock yang ada di gudang maupun yang akan didatangkan sehingga
proses produksi dan penerimaan order
bisa berjalan lancar dan seimbang.
-
Menyusun jadwal produksi sesuai waktu,
routing & quantity yang tepat sehingga barang bisa dikirim tepat waktu dan
sesuai dengan permintaan pelanggan.
-
Menjaga keseimbangan lini kerja di
produksi agar tidak ada mesin yang overload sementara mesin lain tunggu order.
-
Menginformasikan ke bagian marketing
jika ada masalah di proses produksi yang menyebabkan keterlambatan kirim.
f) Production:
Adalah bagian dimana divisi ini mengontrol bagian mengolah bahan baku mentah
hingga jadi. Bagian bertugas dan bertanggung jawab mengerjakan dan
menyelesaikan order dari PPIC sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Dalam
perusahaan kecil, bagian produksi juga bertanggung jawab terhadap kualitas
barang yang dihasilkan.Jika hasil produksi tidak sesuai standard dan barang ditolak
customer maka bagian produksi harus bertanggung jawab. Selain itu bagian
produksi bertanggung jawab atas pemeliharaan dan perbaikan alat-alat produksi
agar dapat berfungsi dengan baik.Hal ini berbeda dengan perusahaan besar dimana
ada bagaian perawatan dan perbaikan dalam departement tersendiri.
-
Owner
adalah seseorang atau instansi yang memiliki proyek atau pekerjaan dan
memberikanya kepada pihak lain yang mampu melaksanakanya sesuai dengan
perjanjian kontrak kerja. Untuk merealisasikan proyek, owner mempunyai
kewajiban pokok yaitu menyediakan dana untuk membiayai proyek. Berikut
penjelasan mengenai tugas dan wewenang owner dalam pelaksanaan proyek
konstruksi bangunan.
-
Purchasing
Adalah bagian yang mempunyai tugas dan wewenang untuk menyediakan dan membayar
material untuk keperluan produksi.
-
Accounting
Adalah seatu proses mencatat,mengklasifikasi,meringkas,mengolah,dan menyajikan
data,transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan-keuangan
sehingga dapat digunakan oleh orang yang menggunakannya dan mudah di mengerti
untuk pengambilan suatu keputusan serta tujuan lainnya.
-
Administration
Adalah kegiatan yang meliputi : catat mencatat,surat menyurat,pembukuan
ringan,ketik mengetik,agenda,dan sebagainya yang bersifat ketatausahaan.
-
Salesman
Adalah yang berusaha melakukan penjualan produk, bisa berupa barang,bisa juga
berupa jasa.
-
Internal
Sales Pengertiannya sama dengan seorang salesman, tetapi
Internal seles bertugas menawarkan langsung produk bahan mentah terhadap
Produsen atau perusahan lain.
-
Design
Adalah
proses pembentukan,pemodelan,penetuan bahan untuk barang yang akan di pasarkan.
-
Planning/Scheduling
Adalah bagian yang melakukan perencanaan dan penjadwalan.
-
Material
Req.Planning Adalah bagian perencanaan yang di
butuhkan dalam penyediaan bahan baku pembuatan produk.
-
Delivery
Adalah
bagian yang melakukan pengiriman barang.
-
Slitter
Adalah sebuah mesin pembuat gulungan yang memotong gulungan kertas, kain,
lembaran plastic, lembaran logam sambil menggulung kembali.
-
Printing
Adalah sebuah proses percetakan dengan menggunakan alat atau mesin
-
Die
Cutting Adalah orang orang yang bertugas memotong bagian
kain yang telah dipesan dengan bantuan mesin potong yang di sesuaikan dengan
jenis kainnya.
-
Finishing
Pada
proses ini,beberapa operator akan menggerakkan mesin setrika untuk merapihkan
pakaian yang mengkerut sehingga pakaian terlihat lebih rapi.
BAB III PENUTUP
A. KESIMPULAN
Perusahaan selalu dihadapkan
berbagai masalah-masalah yang akan berdampak kepada
pencapaian tujuan-tujuan organisasi.
Sebagai pimpinan perusahaan setiap masalah-masalah yang timbul harus
diselesaikan dengan segera melalui berbagai strategi, konsep dan sistem yang
ada. Tetapi sering sekali pimpinan perusahaan terjebak pada masalah struktur
organisasi, yang dapat dikatakan sebagai masalah tertua, yang diharapkan dapat
menyelesaikan masalah tetapi justru menjadi penyebab masalah. Ada hal yang
penting yang harus diketahui dalam pemecahan masalah adalah “dimana letak
sumber kekuasaan, siapakah yang memberi kekuasaan kepada seseorang untuk
menjadi pemimpin dalam menyelesaikan masalah, dimanakah orang tersebut
mendapatkan wewenang pribadinya”.
Hal ini merupakan hal
yang penting, tanpa mengetahui sifat pokok wewenang akan sulitlah bagi
seseorang melimpahkan wewenang kepada orang lain. Sumber dan sifat pokok
wewenang harus jelas agar wewenang tidak lagi dipersoalkan dengan kata-kata:
“Anda tidak punya hak memerintah saya” atau “Siapa yang berani memerintah
saya”. Wewenang dapar bersumber dari pangkat seseorang, seperti halnya dalam
dunia kemiliteran wewenang selalu jatuh pada orang dengan pangkat yang
tertinggi. dan apabila ada 2 (dua) orang yang memiliki pangkat tertinggi, maka
wewenang jatuh kepada orang yang memiliki pangkat tertinggi dengan masa
kepangkatan lebih lama.
Dalam dunia usaha
beberapa perusahaan mulai menciptakan tanda pangkat dan jabatan yang
menunjukkan bahwa seseorang tersebut mempunyai kekuasaan yang lebih tinggi
misal: mandor dan lain-lain. Wewenang juga dapat bersumber dari jabatan, misal:
Kepala Sekolah, Kepala Departemen dan lain-lain, mereka diberi kekuasaan atau
menerima kekuasaan berdasarkan jabatan-jabatan tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Muhammad, C. I., & Santoso, M. B. (n.d.).
PENETAPAN STRUKTUR ORGANISIASI DAN TATA KERJA PADA ORGANISASI PELAYANAN SOSIAL
RUMAH CEMARA KOTA BANDUNG.
Siagian,
H. (2011). PEDOMAN KERJA BERBASIS STRUKTUR ORGANISASI. Jurnal Wira Ekonomi
Mikroski, 1, 111–118.
Susilowati,
F. (2016). Pola struktur organisasi manajemen kualitas pada kontraktor besar di
indonesia, 12(1), 24–28.
Suwinardi.
(2014). Organisasi proyek, 10(1), 37–42.
Komentar
Posting Komentar