APA ITU KOMPONEN PASIF DAN AKTIF ?????
Komponen
aktif adalah komponen-komponen di dalam rangkaian
elektronik yang mempunyai penguatan atau mengarahkan aliran arus listrik. Di
antaranya adalah transistor, dioda, IC (Integrated Circuit).
A. Transistor
Transistor adalah alat
semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan
penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai
fungsi lainnya.
BJT (Bipolar Junction Transistor)
Tersusun
atas tiga material semikonduktor terdoping yang dipisahkan oleh dua sambungan
pn. Ketiga material semikonduktor tersebut dikenal dalam BJT sebagai emitter,
base dan kolektor (Gambar 1). Daerah base merupakan semikonduktor dengan
sedikit doping dan sangat tipis bila dibandingkan dengan emitter (doping paling
banyak) maupun kolektor (semikonduktor berdoping sedang). Karena strukturnya
fisiknya yang seperti itu, terdapat dua jenis BJT. Tipe pertama terdiri dari
dua daerah n yang dipisahkan oleh daerah p (npn), dan tipe lainnya terdiri dari
dua daerah p yang dipisahkan oleh daerah n (pnp). Sambungan pn yang menghubungkan
daerah base dan emitter dikenal sebagai sambungan base-emiter (base-emitter junction), sedangkan
sambungan pn yang menghubungkan daerah base dan kolektor dikenal sebagai
sambungan base-kolektor (base-collector
junction).
Gambar 1. Dua Jenis Bipolar Junction Transistor
(BJT)
Gambar 2 menunjukkan simbol skematik untuk bipolar junction transistor tipe
npn dan pnp. Istilah bipolar digunakan
karena adanya elektron dan hole sebagai muatan pembawa (carriers) didalam struktur transistor.
Pengertian Field Effect
:
Field Effect Transistor atau disingkat
dengan FET adalah komponen Elektronika aktif yang menggunakan Medan Listrik
untuk mengendalikan Konduktifitasnya. Field Effect Transistor (FET) dalam
bahasa Indonesia disebut dengan Transistor Efek Medan. Dikatakan Field Effect
atau Efek Medan karena pengoperasian Transistor jenis ini tergantung pada
tegangan (medan listrik) yang terdapat pada Input Gerbangnya. FET merupakan
Komponen Elektronika yang tergolong dalam keluarga Transistor yang memilki Tiga
Terminal Kaki yaitu Gate (G), Drain (D) dan Source (S).
Jenis-jenis
Field Effect Transistor (FET) dan Cara Kerjanya
Pada dasarnya terdapat
dua jenis klasifikasi utama pada Field Effect Transistor atau FET ini, kedua
jenis tersebut diantaranya adalah JFET (Junction Field Effect Transistor) dan
MOSFET (Metal Oxide Semiconduction Field Effect Transistor).
1.
Junction FET (JFET)
Cara
Kerja JFET pada prinsipnya seperti kran air yang mengatur aliran air pada pipa.
Elektron atau Hole akan mengalir dari Terminal Source (S) ke Terminal Drain
(D). Arus pada Outputnya yaitu Arus Drain (ID) akan sama
dengan Arus Inputnya yaitu Arus Source (IS). Prinsip kerja tersebut
sama dengan prinsip kerja sebuah pipa air di rumah kita dengan asumsi tidak ada
kebocoran pada pipa air kita.
Besarnya
arus listrik tergantung pada tinggi rendahnya Tegangan yang diberikan pada
Terminal Gerbangnya (GATE (G)). Fluktuasi Tegangan pada Terminal Gate (VG)
akan menyebabkan perubahan pada arus listrik yang melalui saluran IS
atau ID. Fluktuasi yang kecil dapat menyebabkan variasi yang cukup
besar pada arus aliran pembawa muatan yang melalui JFET tersebut. Dengan
demikian terjadi penguatan Tegangan pada sebuah rangkaian Elektronika.
Junction
FET atau sering disingkat dengan JFET memiliki 2 tipe berdasarkan tipe bahan
semikonduktor yang digunakan pada saluran atau kanalnya. JFET tipe N-Channel
(Kanal N) terbuat dari bahan Semikonduktor tipe N dan P-Channel (Kanal P) yang
terbuat dari Semikonduktor tipe P.
1.1.
JFET Kanal-N
Berikut Saluran
atau Kanal pada jenis ini terbentuk dari bahan semikonduktor tipe N dengan satu
ujungnya adalah Source (S) dan satunya lagi adalah Drain (D). Mayoritas pembawa
muatan atau Carriers pada JFET jenis Kanal-N ini adalah Elektron.
Gate
atau Gerbang pada JFET jenis Kanal-N ini terdiri dari bahan semikonduktor tipe
P. Bagian lain yang terbuat dari Semikonduktor tipe P pada JFET Kanal-N ini
adalah bagian yang disebut dengan Subtrate yaitu bagian yang membentuk
batas di sisi saluran berlawanan Gerbang (G).
Tegangan pada Terminal Gerbang (G) menghasilkan medan listrik yang mempengaruhi aliran pada pembawa muatan yang melalui saluran tersebut. Semakin Negatifnya VG, semakin sempit pula salurannya yang akhirnya mengakibatkan semakin kecil arus pada outputnya (ID).
1.2.
JFET Kanal-P
Berikut dibawah ini
adalah gambar struktur dasar JFET jenis Kanal-P.
Saluran
pada JFET jenis Kanal-P terbuat dari Semikonduktor tipe P. Mayoritas pembawa
muatannya adalah Hole. Bagian Gate atau Gerbang (G) dan Subtrate-nya terbuat
dari bahan Semikonduktor tipe N.
Di
JFET Kanal-P, semakin Positifnya VG, semakin sempit pula salurannya
yang akhirnya mengakibatkan semakin kecilnya arus pada Output JFET (ID).
Dari
Simbolnya, kita dapat mengetahui mana yang JFET Kanal-N dan JFET Kanal-P. Anak
Panah pada simbol JFET Kanal-N adalah menghadap ke dalam sedangkan anak panah
pada simbol JFET Kanal-P menghadap keluar.
2.
Metal Oxide Semiconduction Field Effect Transistor (MOSFET)
Seperti
halnya JFET, Saluran pada MOSFET juga dapat berupa semikonduktor tipe-N ataupun
tipe-P. Terminal atau Elektroda Gerbangnya adalah sepotong logam yang
permukaannya dioksidasi. Lapisan Oksidasi ini berfungsi untuk menghambat
hubungan listrik antara Terminal Gerbang dengan Salurannya. Oleh karena itu,
MOSFET sering juga disebut dengan nama Insulated-Gate FET (IGFET). Karena
lapisan Oksidasi ini bertindak sebagai dielektrik, maka pada dasarnya tidak
akan terjadi aliran arus antara Gerbang dan Saluran. Dengan demikian, Impedansi
Input pada MOSFET menjadi sangat tinggi dan jauh melebihi Impedansi Input pada
JFET. Pada beberapa jenis MOSFET Impedansi dapat mencapai Triliunan Ohm (1012
Ohm). Dalam bahasa Indonesia, MOSFET disebut juga dengan Transistor Efek Medan
Semikonduktor Logam-Oksida.
Salah
kelemahan pada MOSFET adalah tipisnya lapisan Oksidasi sehingga sangat rentan
rusak karena adanya pembuangan elektrostatik (Electrostatic Discharge).
Seperti
yang disebut sebelumnya, bahwa MOSFET pada dasarnya terdiri dari 2 tipe yaitu
MOSFET tipe N dan MOSFET tipe P.
2.1.
MOSFET tipe N
MOSFET
tipe N biasanya disebut dengan NMOSFET atau nMOS. Berikut dibawah ini adalah
bentuk struktur dan Simbol MOSFET tipe N.
2.2.
MOSFET tipe P
MOSFET
tipe P biasanya disebut dengan PMOSFET atau pMOS. Dibawah ini adalah bentuk
struktur dan Simbol MOSFET tipe P.
MOSFET
adalah satu transistor yang paing populer yang sekarang banyak digunakan.
MOSFET yaitu arus mengalir pada daerah saluran dimana perubahan diameter
efektif menjadi tahanan yang berubah. Akibatnya aliran arus pada transistor
diubah. Gerbang dari MOSFET tidak memiliki kontak listrik dengan sumber dan
drain.
Kelebihan
dan Kelemahan FET
Jika
dibandingkan dengan Transistor Bipolar, FET memiliki beberapa kelebihan dan
kelemahan. Salah satu kelebihan FET adalah dapat bekerja dengan baik di
rangkaian elektronika yang bersinyal rendah seperti pada perangkat komunikasi
dan alat-alat penerima (receiver).
FET juga sering digunakan pada
rangkaian-rangkaian elektronika yang memerlukan Impedansi yang tinggi. Namun
pada umumnya, FET tidak dapat digunakan pada perangkat atau rangkaian
Elektronika yang bekerja untuk penguatan daya tinggi seperti pada perangkat
Komunikasi berdaya tinggi dan alat-alat Pemancar (Transmitter).
Pada
umumnya, transistor memiliki 3 terminal, yaitu Basis (B), Emitor (E) dan
Kolektor (C). Tegangan yang di satu terminalnya misalnya Emitor dapat dipakai
untuk mengatur arus dan tegangan yang lebih besar daripada arus input Basis,
yaitu pada keluaran tegangan dan arus output Kolektor.
Simbol Transistor
Fungsi Transistor Lainnya :
·
Sebagai penguat amplifier.
·
Sebagai pemutus dan penyambung
(switching).
·
Sebagai pengatur stabilitas tegangan.
·
Sebagai peratas arus.
·
Dapat menahan sebagian arus yang
mengalir.
·
Menguatkan arus dalam rangkaian.
·
Sebagai pembangkit frekuensi rendah
ataupun tinggi
B. Dioda
Dioda
adalah komponen aktif semikonduktor yang terdiri dari persambungan (junction)
P-N. Sifat dioda yaitu dapat menghantarkan arus pada tegangan maju dan
menghambat arus pada tegangan balik.
Dioda berasal dari
pendekatan kata dua elektroda yaitu anoda dan katoda. Dioda semikonduktor hanya
melewatkan arus searah saja (forward), sehingga banyak digunakan sebagai
komponen penyearah arus. Secara sederhana sebuah dioda bisa kita asumsikan
sebuah katup, dimana katup tersebut akan terbuka manakala air yang mengalir
dari belakang katup menuju kedepan, sedangkan katup akan menutup oleh dorongan
aliran air dari depan katup.
Berdasarkan Fungsi Dioda terdiri dari :
·
Dioda Biasa atau Dioda Penyearah yang
umumnya terbuat dari Silikon dan berfungsi sebagai penyearah arus bolak balik
(AC) ke arus searah (DC).
·
Dioda Zener (Zener Diode) yang berfungsi
sebagai pengamanan rangkaian setelah tegangan yang ditentukan oleh Dioda Zener
yang bersangkutan. Tegangan tersebut sering disebut dengan Tegangan Zener.
·
LED (Light Emitting Diode) atau Diode
Emisi Cahaya yaitu Dioda yang dapat memancarkan cahaya monokromatik.
·
Dioda Foto (Photo Diode) yaitu Dioda
yang peka dengan cahaya sehingga sering digunakan sebagai Sensor.
·
Dioda Schottky (SCR atau Silicon Control
Rectifier) adalah Dioda yang berfungsi sebagai pengendali .
·
Dioda Laser (Laser Diode) yaitu Dioda
yang dapat memancar cahaya Laser. Dioda Laser sering disingkat dengan LD.
Jenis dan Simbol Dioda :
jenis-jenis dan simbol
dioda
C. IC (Integrated
Circuit)
IC (Integrated Circuit)
adalah Komponen Elektronika Aktif yang terdiri dari gabungan ratusan bahkan
jutaan Transistor, Resistor dan komponen lainnya yang diintegrasi menjadi
sebuah Rangkaian Elektronika dalam sebuah kemasan kecil. Bentuk IC (Integrated
Circuit) juga bermacam-macam, mulai dari yang berkaki 3 (tiga) hingga ratusan
kaki (terminal).
Fungsi
: IC juga beraneka ragam, mulai dari penguat, Switching, pengontrol hingga media penyimpanan.
Pada umumnya, IC adalah Komponen Elektronika dipergunakan sebagai Otak dalam sebuah Peralatan Elektronika. IC merupakan
komponen Semi konduktor yang sangat sensitif terhadap ESD (Electro Static
Discharge).
Sebagai
Contoh: IC yang berfungsi sebagai Otak pada sebuah Komputer
yang disebut sebagai Microprocessor terdiri dari 16 juta Transistor dan jumlah
tersebut belum lagi termasuk komponen-komponen Elektronika lainnya.
Simbol IC
2. Komponen Pasif
Komponen pasif adalah
komponen-komponen elektronika yang tidak memerlukan tegangan ataupun arus
listrik agar dapat bekerja. Beberapa komponen elektronika yang tegolong
komponen pasif yaitu : Resistor, Kapasiotr, dan Induktor.
A. Resistor
Resistor atau disebut
juga dengan Hambatan adalah Komponen Elektronika Pasif yang berfungsi untuk
menghambat dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian Elektronika. Satuan
Nilai Resistor atau Hambatan adalah Ohm (Ω). Nilai Resistor biasanya diwakili
dengan Kode angka ataupun Gelang Warna yang terdapat di badan Resistor.
Hambatan Resistor sering disebut juga dengan Resistansi atau Resistance.
Jenis-jenis Resistor diantaranya adalah :
Resistor yang Nilainya
Tetap
Resistor yang Nilainya
dapat diatur, Resistor Jenis ini sering disebut juga dengan Variable Resistor
ataupun Potensiometer.
Resistor yang Nilainya
dapat berubah sesuai dengan intensitas cahaya, Resistor jenis ini disebut
dengan LDR atau Light Dependent Resistor
Resistor yang Nilainya
dapat berubah sesuai dengan perubahan suhu, Resistor jenis ini disebut dengan
PTC (Positive Temperature Coefficient) dan NTC (Negative Temperature
Coefficient)
Jenis-jenis Resistor
dan Simbolnya
B. Kapasitor
Kapasitor atau disebut
juga dengan Kondensator adalah Komponen Elektronika Pasif yang dapat menyimpan
energi atau muatan listrik dalam sementara waktu. Fungsi-fungsi Kapasitor
(Kondensator) diantaranya adalah dapat memilih gelombang radio pada rangkaian
Tuner, sebagai perata arus pada rectifier dan juga sebagai Filter di dalam
Rangkaian Power Supply (Catu Daya). Satuan nilai untuk Kapasitor (Kondensator)
adalah Farad (F).
Kapasitor
Polar
Kapasitor elektrolit
dan kapasitor tantalum adalah contoh jenis kapasitor polar. Rating tegangan
kedua kapasitor tersebut rendah, yaitu 6.3 Volt – 35 Volt. Pada badan kapasitor
tersebut tercetak label polaritas yang menunjukan polaritas kaki komponen yang
sejajar dengan label polaritas tersebut.
-
Kapasitor
Polar
-
Kapasitor
Nonpolar
Kapasitor
nonpolar memiliki rating tegangan paling kecil 50 Volt.
Kapasitor nonpolar yang banyak digunakan biasanya memiliki rating tegangan 250
Volt atau lebih. Nilai kapasitansi kapasitor nonpolar yang tercetak pada label
berupa kode angka atau kode warna.
Kapasitor
Variabel
Kapasitor
jenis ini biasanya digunakan di dalam rangkaian tuning radio. Nilai
kapasitansinya relatif kecil, biasanya diantara 100pF dan 500pF.
Kapasitor
Trimmer
Kapasitor
trimmer adalah ukuran mini dari kapasitor variabel. Kapasitor ini didesain
untuk dapat dipasangkan langsung pada PCB dan untuk diatur nilainya
hanya pada saat pembuatan rangkaian. Nilai kapasitansi kapasitor ini biasanya kurang dari 100pF. Di dalam rentang nilai kapasitansinya, kapasitor trimmer memiliki nilai minimum yang lebih besar dari nol.
hanya pada saat pembuatan rangkaian. Nilai kapasitansi kapasitor ini biasanya kurang dari 100pF. Di dalam rentang nilai kapasitansinya, kapasitor trimmer memiliki nilai minimum yang lebih besar dari nol.
Jenis-jenis Kapasitor diantaranya adalah :
-
Kapasitor yang nilainya Tetap dan tidak
ber-polaritas. Jika didasarkan pada bahan pembuatannya maka
-
Kapasitor yang nilainya tetap terdiri
dari Kapasitor Kertas, Kapasitor Mika, Kapasitor Polyster dan Kapasitor
Keramik.
-
Kapasitor yang nilainya Tetap tetapi
memiliki Polaritas Positif dan Negatif, Kapasitor tersebut adalah
-
Kapasitor Elektrolit atau Electrolyte
Condensator (ELCO) dan Kapasitor Tantalum
-
Kapasitor yang nilainya dapat diatur,
Kapasitor jenis ini sering disebut dengan Variable Capasitor.
Jeni-jenis Kapasitor
dan Simbolnya
C. Induktor
Induktor atau disebut
juga dengan Coil (Kumparan) adalah Komponen Elektronika Pasif yang berfungsi
sebagai Pengatur Frekuensi, Filter dan juga sebagai alat kopel (Penyambung).
Induktor atau Coil banyak ditemukan pada Peralatan atau Rangkaian Elektronika
yang berkaitan dengan Frekuensi seperti Tuner untuk pesawat Radio. Satuan
Induktansi untuk Induktor adalah Henry (H).
Jenis-jenis Induktor diantaranya adalah :
Induktor yang nilainya
tetap
Induktor yang nilainya
dapat diatur atau sering disebut dengan Coil Variable.
Jenis-jenis Induktor
beserta Simbolnya
Itulah beberapa
Komponen Elektronika aktif dan pasif, semoga bisa menjadi referensi untuk bahan
pembelajaran khususnya dalam mata pelajaran Elektronika maupun untuk umum.
Terimakasih. Wassalamualaikum
Komponen-komponen
Elektronika
Pengetahuan
untuk mengenal satu demi satu komponen-komponen elektronika memang penting
sekali sebab bila tidak, maka Anda tidak akan mungkin bisa menyusun rangkaian
menurut skema dengan sempurna. Komponen-komponen elektronika dapat dibedakan
menjadi dua berdasarkan butuh atau tidaknya arus listrik dalam proses
bekerjanya, yaitu komponen aktif dan komponen pasif.
Komponen
aktif adalah komponen elektronika yang membutuhkan arus listrik agar dapat
bekerja di dalam rangkaian elektronika. Yang termasuk dalam komponen aktif
adalah transistor. Sedangkan, komponen pasif adalah komponen elektronika yang
dapat bekerja tanpa membutuhkan arus listrik. Contoh dari komponen pasif adalah
resistor, kapasitor, transformator dan dioda. Dalam rangkaian elektronika,
biasanya dua jenis komponen ini digunakan bersama-sama.
Berikut ini adalah
komponen-komponen elektronika yang wajib Anda kenal.
1)
Resistor
Komponen ini berfungsi
untuk mengatur aliran arus listrik. Misalnya, resistor dipasang seri dengan LED
(Light-Emitting Diode) untuk membatasi besar arus yang melalui LED.
Resistor yang biasa kita jumpai memiliki nilai resistansi yang direpresentasikan oleh kode warna pada badan resistor. Resistor tersebut adalah seperti yang ditunjukan pada gambar.
Kode Warna Pada Resistor
Ketika melewati
resistor, energi listrik diubah menjadi energi panas. Tentu saja dampak energi
panas yang berlebih akan menimbulkan kerusakan pada resistor. Oleh karena
itu,resistor memiliki rating daya yang merepresentasikan seberapa besar arus
maksimum yang diperkenankan melewati resistor. Rating daya resistor yang banyak
digunakan adalah ¼ Watt atau ½ Watt. Resistor tersebut adalah resistor dengan
label kode warna yang banyak di pasaran. Selain itu, ada pula resistor dengan
rating tegangan 5 Watt atau lebih besar. Untuk resistor jenis ini nilai
resistansi dan rating tegangannya dapat dibaca secara langsung di badan
resistornya.
2) Kapasitor
Kapasitor adalah
komponen yang bekerja dengan menyimpan muatan. Aplikasi kapasitor
diantaranya digunakan sebagai filter pada rangkaian penyearah
tegangan. Ada dua tipe kapasitor, yaitu polar dan nonpolar/ bipolar.
Perbedaan dari keduanya adalah pada ketentuan pemasangan kaki-kakinya.
Polaritas pada kapasitor polar dapat diketahui melalui label polaritas (negatif
atau positif) kaki kapasitornya atau panjang-pendek kaki-kakinya. Pemasangan
kapasitor polar ini harus sesuai dengan polaritasnya. Sementara, untuk
pemasangan kapasitor nonpolar, tidak ada ketentuan pemasangan polaritas
kaki-kakinya karena itu pula pada kapasitor nonpolar tidak ada label
polaritasnya.
Kode
Angka Dan Huruf Pada Kapasitor
Desain kapasitor, baik
polar maupun nonpolar, ada dua bentuk, yaitu aksial dan radial. Contoh bentuk
kapasitor aksial dan radial ditunjukan pada gambar (perhatikan posisi
kaki-kakinya).
3) Induktor
Pada
rangkaian DC, induktor dapat digunakan untuk memperoleh tegangan DC yang
konstan terhadap fluktuasi arus. Pada rangkai AC, induktor dapat meredam
fluktuasi arus yang tidak diinginkan. Ada
jenis induktor yang desain fisiknya mirip dengan resistor. Nilai induktansinya
dinyatakan dengan kode warna. Induktor jenis ini ditunjukan oleh gambar.
Induktor
Dengan Kode Warna
Membaca
kode warna pada induktor sama dengan membaca kode warna pada
resistor dan kapasitor:
1. warna pertama: angka pertama nilai induktansi
2. warna kedua: angka kedua nilai induktansi
3. warna ketiga: faktor pengali (pangkat dari sepuluh) dengan satuan µH
4. warna keempat: toleransi Induktor memiliki rating arus tertemtu. Dalam suatu rangkaian biasanya digunakan stress ratio 60%.
1. warna pertama: angka pertama nilai induktansi
2. warna kedua: angka kedua nilai induktansi
3. warna ketiga: faktor pengali (pangkat dari sepuluh) dengan satuan µH
4. warna keempat: toleransi Induktor memiliki rating arus tertemtu. Dalam suatu rangkaian biasanya digunakan stress ratio 60%.
4) Dioda
Komponen ini berfungsi untuk
membuat arus listrik mengalir pada satu arah saja. Arah arus tersebut
ditunjukan oleh arah tanda panah pada simbol dioda. Seperti halnya orang yang
mengeluarkan energi untuk membuka pintu dan melaluinya, listrik juga
mengeluarkan energi saat melalui dioda. Tegangan listrik akan berkurang sekitar
0.7 Volt saat arus listrik melewati dioda (yang terbuat dari silikon). Tegangan
sebesar 0.7 Volt ini disebut forward voltage drop.
Jenis
Dioda dapat dibedakan menjadi:
-
Dioda
Signal
Dioda
jenis ini digunakan untuk meneruskan arus dengan nilai arus kecil, yaitu hingga
100mA. Contoh dioda jenis ini adalah dioda 1N4148 yang terbuat dari bahan
silikon.
-
Dioda
Rectifier
Dioda
jenis ini digunakan dalam rangkaian Power Supply. Dioda tersebut berfungsi
untuk mengubah arus bolak-balik ke arus searah. Rating maksimum arus yang dapat
dilewatkan samadengan 1A atau lebih besar dan maximum reverse voltage
samadengan 50V atau lebih besar.
-
Dioda
Zener
Dioda
ini digunakan untuk memperoleh tegangan (dioda zener) yang tetap ketika reverse
voltage sudah berada di daerah breakdown. Ketika reverse voltage,
meski nilainya berubah-ubah, asalkan berada di daerah breakdown maka tegangan
dioda zener tersebut akan tetap.
5)
Transistor
Komponen
ini berfungsi sebagai penguat arus. Karena besar arus yang dikuatkan dapat
diubah ke dalam bentuk tegangan, maka dapat dikatakan juga bahwa transistor
dapat menguatkan tegangan. Selain itu, transistor juga dapat berfungsi
sebagai switch elektronik.
Ada
dua jenis : yaitu
NPN dan PNP. Simbol kedua jenis transistor tersebut ditunjukan oleh
gambar.
-
Transistor
NPN dan PNP
Transistor
memiliki tiga kaki yang masing-masing harus dipasang secara tepat. Kesalahan
pemasangan kaki-kaki transistor akan dapat merusakan transistor secara
langsung. Perlu dicatat bahwa pada badan transistor tidak ada label yang
menunjukan bahwa kaki transistor tersebut adalah B, C atau E. Dengan demikian,
sebelum memasang sebuah transistor, pastikan dimana kaki B, C dan E dengan
membaca datasheet-nya. Di dalam penggunaannya harus pula diperhatikan dua
rating: daya disipasi kolektor, yaitu VCE x IC, dan breakdown voltage, yaitu
VBE reverse.
6) Transformator
Transformator
disingkat dengan Trafo. Trafo terdiri dari dua buah lilitan yaitu lilitan
primer dan lilitan skunder. Trafo bekerja berdasarkan sistem perubahan gaya
medan listrik, yang dapat digunakan untuk menaikan atau menurunkan tegangan
listrik AC.
7)
Relay
Relay adalah saklar
(switch) elektrik yang bekerja berdasarkan medan magnet. Relay terdiri dari
suatu lilitan dan switch mekanik. Switch mekanik akan bergerak jika ada arus
listrik yang mengalir melalui lilitan. Susunan kontak pada relay adalah:
Normally Open : Relay akan menutup bila dialiri arus listrik.
Normally Close : Relay akan membuka bila dialiri arus listrik.
Changeover : Relay ini memiliki kontak tengah yang akan melepaskan diri dan membuat kontak lainnya berhubungan.
Normally Open : Relay akan menutup bila dialiri arus listrik.
Normally Close : Relay akan membuka bila dialiri arus listrik.
Changeover : Relay ini memiliki kontak tengah yang akan melepaskan diri dan membuat kontak lainnya berhubungan.
8) Thyristor
Komponen
ini disebut juga dengan SCR ( Silicon Controlled Rectifier) dan banyak
digunakan sebagai saklar elektronik.
Thyristor
ini akan bekerja atau menghantar arus listrik dari anoda ke katoda jika pada
kaki gate diberi arus kearah katoda, karenanya kaki gate harus diberi tegangan
positif terhadap katoda. Pemberian
tegangan ini akan menyulut thyristor, dan ketika tersulut thyristor akan tetap
menghantar. SCR akan terputus jika arus yang melalui anoda ke katoda menjadi
kecil atau gate pada SCR terhubung dengan ground.
Tranducer
adalah pengoperasian kerja suatu rangkaian yang lebih mudah diukur atau
dikendalikan oleh besaran listrik, yaitu tegangan dan arus dimana terjadi
perubahan dari suatu besaran ke besaran lainnya. Adapun
komponen elektronika yang termasuk ke dalam tranducer
ialah :
-
LDR
(Light Dependent Resistance)
Yaitu
resistor yang dapat berubah-ubah nilai resistansinya jika permukaannya terkena
cahaya. Kondisinya ialah jika terkena cahaya nilai resistansinya
kecil,sedangkan jika tidak terkena cahaya (kondisi gelap) maka nilai
resistansinya besar.
-
NTC
(Negative Temperature Coeffisient)
-
PTC
(Positive Temperature Coeffisient)
Yaitu
resistor yang nilai resistansinya dapat berubah-ubah sesuai dengan temperatur
terhadapnya. Jika temperaturnya makin tinggi maka nilai resistansinya semakin
besar sedangkan bila temperaturnya makin rendah maka
nilai resistansinya pun semakin kecil.
nilai resistansinya pun semakin kecil.

Komentar
Posting Komentar